Tuesday, January 18, 2011

Ingin Cepat Kaya?

Jika anda pengguna jejaring sosial facebook, kita akan melihat di bagian kanan "feedback" atau juga "wall facebook" adalah ruang untuk iklan dan sponsor. Salah satu iklan yang"menggiurkan" adalah penghasilan yang tinggi dengan bekerja online di rumah. Biasanya aku tak pernah tertarik, hingga suatu saat kucoba juga. Iklannya seperti gambar di bawah ini: 400 kroner perjam, part time job.

Melihat Link Sponsor di Facebook

Ketika aku klik ternyata membawa aku pada sebuah link berisi berita tentang keberhasilan seorang wanita memperoleh uang hanya dengan online di komputer. Kisah tersebut menyebutkan bahwa Kelly Richard memperoleh 30,000 hingga 40,000 kroner perhari di internet. Dibagian kanan, ada pengumuman untuk segera mendaftar dan memperoleh akses bekerja online.

Iklan Keberhasilan Kelly Richard

Ketika aku klik link tersebut, tibalah kita pada sebuah website berjudul "Home Working Connection".

Iklan Home Connection

Memang sepintas website ini menggiurkan, karena menjanjikan kita berpenghasilan hanya dengan duduk di rumah, di depan komputer kita. Ada ruang untuk registrasi dan biaya pendaptaran sekitar 1,95 USD, yang bisa dibayar dengan menggunakan Visa, MasterCard, America Express dan Discovery. Biasanya kalau sudah menyangkut nomor kartu, aku sering berhati-hati dalam memberikan informasi di website. Ada beberapa penelitian singkat yang kulakukan:
Sertifikat Security dari GoDaddy
  • Halaman website ini melalui HTTPS yang biasanya menggunakan SSL (Secure Socket Layer) yang terenkripsi. 
  • Website ini memperoleh sertifikat security lewat GoDaddy.
  • Ada Disclaimer yang "masuk akal" 
Karena "ingin kaya" mungkin, entah kenapa aku coba juga mendaftar. "Just in Case". Mungkin itu pertimbangannya. Dan biaya daftarnya tak seberapa. Namun ketika hendak memasukkan informasi, tetap saja terpikir, bagaimana jika ini adalah "phishing site" yang hendak mencuri data confidential kita. Maka aku memutuskan untuk menggunakan nomor kartu Visa yang nyaris tak ada uang di sana. Ketika kumasukkan semua dataku mulai nama, nomor kartu kredit, tipe kartu hingga CVV, kode verifikasi. Kartuku ditolak. Mulailah aku curiga. Mengapa?


Tawaran dan  Pembayaran
Ternyata setelah kucek baik-baik, aku tak memasukkan tanggal kadaluarsa kartuku. Ku cek bank online tetap utuh. Berarti memang gagal. Baru kemudian aku melakukan "google" kalau kalau ada orang lain yang sharing pengalaman soal ini. Salah satunya kutemukan di blog ini.

Beberapa orang harus mengcancel kartu kredit mereka, karena ada biaya tetap yang terus menerus di "charge" ke kartu kredit orang-orang yang pernah bergabung di dalamnya. Kesimpulannya: Hari-hati dan jangan mudah tergiur dengan uang yang banyak, penghasilan yang tinggi secara online, jika tak ada kejelasan di awal, akan seperti apa bisnis yang dijalankan akan tersebut.

No comments:

Post a Comment

Silakan Memberi Komentar